about me..
Followers |
Categories
|
| A Silent Love in A Silent Heart | Saturday, December 19, 2015 |
|
comments (0)
Filed under:
puisi
|
|
There is love behind your eyesight
Exciting when you smile
Hurting when you cry
Being crazy when you hurt
Regretting when you angry
Dying when you down
There is love without any word
Smiling for you in a silent
Crying for you in a silent
Helping you in a silent
Supporting you in a silent
Respecting you in a silent
Loving you in a silent
There is love without confession
But this silent will guide you quietly
Guide you to listen a silent love
A silent love in my silent heart
| Hal Berharga yang Terlewati | Tuesday, December 03, 2013 |
|
Filed under:
puisi
|
|
Pernah kau tanyakan hal terindah dalam hidupmu
Satu kisah rumit yang hanya terjadi satu kali
Sering kau utarakan hal berharga yang telah kau lewati
Terlewati dengan setiap arti hidup yang kau temui
Tatap mataku dan kau akan lihat
Kejujuran ungkapan yang kuutarakan tanpa goresan dusta
Bahwa binar matamu adalan hal terindah dalam kisahmu
adalah hal berharga yang telah kau lewati
Binar mata ketika mereka lepaskan senyuman tulus kebahagiaan
kebahagiaan karena dirimu
Hingga binar mata yang tampak di matamu
menggambarkan tersipu malu hatimu
Mungkin hal berharga itu telah kau lewatkan
terlewati begitu saja tanpa kau sadari
Tetapi senyuman tulus mereka yang pernah kau raih
takkan pernah luput dari hatimu
Jika boleh ku pinta satu hal saja
ku inginkan hal terindah dan hal berharga itu
selalu kau ingat dalam ingatanmu
dan menyatu dalam jiwamu
Dengan raih kembali senyuman tulus kebahagiaan
dari mereka di sekitarmu..
| Untuk Dia yang Kuharap Tau | Thursday, April 25, 2013 |
|
Filed under:
puisi
|
|
| Hati Seorang Wanita | Thursday, April 25, 2013 |
|
Filed under:
puisi
|
|
| Cuplikan Kecil Hati | Sunday, November 25, 2012 |
|
Filed under:
puisi
|
|
pelajari dari apa yang tidak anda lihat
pelajari dari apa yang bagi anda tidak terlihat
lihatlah apa yang tidak sempat anda lihat
mungkin tidak selayaknya diri ini untuk ungkapkan
atas apa yang ada dan tidak ada dalam pandangan mata
entah harus senang atau malu
melihat apa yang dulu tidak terlihat
...
di balik canda tawa riang yang terlihat sekejap
ada tetes air mata yang jatuh ke bumi
di balik kesan bahagia yang tidak utuh
ada hati yang demikian sesaknya menyapa
di balik apa yang mampu ku lihat
ada yang menyentuhku dengan belaian lembut kasih sayang
yang tak sempat kulihat dan kurasa
...
hati itu..
mampu bertahan meski badai yang kuat menerpa
mampu melihat meski yang terlihat mengiris hati
mampu mendengar meski tak sanggup mendengarnya
mampu terima meski tak ada persetujuan hati
...
hari ini
meski hari ini
mungkin mata ini tidak bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat
hanya saja hati
hati terlalu suci untuk rasakan apa yang tidak terlihat oleh mata
dan hati
hati mampu yakini apa yang ia rasa dengan tulus
| Bintang itu Bukanlah Bintang | Monday, November 12, 2012 |
|
Filed under:
puisi
|
|
bintang yang kau lihat, kau raih, dan kau simpan
bintang yang kau kira bisa terangi setiap langkah yang kau pijakkan di bumi ini
bintang yanng kau pikir bisa slalu berikan cahayanya padamu
nyatanya tidak
bintang yang kau anggap itu bintang bukanlah bintang
ia hanyalah segumpal benda mati tanpa cahaya
dan mungkin hanya bisa buatmu dingin, kelam
benda yang kau anggap itu bintang, hanyalah benda tak berdaya
tak bisa berikan apapun
ketika kau tau akan hal itu
akankah kau terus menyimpannya?
akankah tetap kau syukuri keberadaannya di tanganmu?
akankah sesal hampirimu karna telah meraihnya?
| Pada Tepi Sungai yang Mengalir Tenang | Thursday, October 11, 2012 |
|
Filed under:
puisi
|
|
tiba kini pada tepi sungai yang mengalir tenang
yang semula apungkan ku dalam arusnya
dengan irama kuat teratur
gencar jatuhkan dengan goncangan hebat
namun bukan tuk tenggelamkan
karena sungai itu hanya tempat aliran
tak punya daya tuk atur aliran
hingga sampai saat dilabuhkan pada persinggahan
di tepi sungai yang mengalir tenang
hadapkan wajah pada aliran di depan mata
coba tuk diam sejenak
pandangi dan halangi bola mata tuk tatap ke depan
kini sadarkan pada apa yang telah dilalui
aliran pada sungai itu antarkan aku pada muara
berawal dari muara-muara kecil hingga muara dari semua muara
dan muara-muara kecil itu tlah menanti
waktu dimana sampai waktuku tuk berlabuh
waktu sadarku pula akan muara itu sendiri
dan muara itu memang alur aliran sungai
muara dari apa yang ku ingin berakhir
dan muara itu memang alur aliran sungai
tempat-tempat persinggahan hingga sampai pada muara dari semua muara
muara yang ternyata sangat ku ingin berada di sana
dan tempat ini
pada tepi sungai yang mengalir
yakinkan akan muara ku berada nantinya
dan tepi sungai yang mengalir ini
aliran air pada sungai ini adalah aliran
sungai ini hanyalah sungai
bukan kendalikan aliran
sungai ini hanyalah sungai..
| Sedikit Teriakan Hati | Wednesday, September 12, 2012 |
|
Filed under:
puisi
|
|
sedikit teriakan hati..
saat datang dan hampiri
dengan sejuta kata indah yang dirangkai istimewa
hanya saja tak ingin ku simpan..
saat datang dan hampiri
dengan segala kilauan batu serta gemericik logam
hanya saja tak ingin ku miliki..
saat datang dan hampiri
dengan seribu angan dirikan harapan hampa
hanya saja tak ingin ku gapai..
saat datang dan hampiri
dengan semua lebih diri berjalan
hanya saja tak ingin ku dapat..
hingga datang dan hampiri
dengan segala kerendahan hati tuk terima segala kekurangan diri
dengan segala tulusnya hati memberi..
mampu berikan sejuta kata indah yang terangkai istimewa meski tak harus terucap
mampu dirikan seribu angan dengan harapan nyata
mampu tumbuhkan istimewanya diri meski tak terlihat bagi sang pemilik..
dan hati memilih apa yang ia cari.. apa yang ia mau.. apa yang ia butuhkan..
hati memilih bukan untuk sekedar diri
melainkan untuk hati itu sendiri..
sadari dan tutup kedua bola mata..
biarkan hati berjalan pada apa yang ia mau
maka akan dapatkan apa itu belahan jiwa..
| Hadiah Terindah | Monday, May 07, 2012 |
|
Filed under:
puisi
|
|

sekuntum bunga
pancarkan keindahan tak ternilai
hanya saja ketika ia lepas dari pohonnya
sembahkan ia pada dia yang istimewa
justru tlah sakiti ia, siapkan ia untuk mati
kenapa?
karena waktu untuk ia hidup tinggal menghitung hari
lambat laun hilang kesegarannya dan layu
hingga tiba saatnya untuk pergi
namun ia tidak mengeluh
meski sadar waktunya tinggal di depan mata
ia tidak menangis
terus saja tebarkan pesona keindahan yang ada pada dirinya
sebarkan harum , manjakan siapa saja yang menciumnya
karna sesungging senyuman tulus kebahagiaan
bagi siapa yang menikmatinya
adalah hadiah terindah
hadiah terindah di akhir waktunya
| Lukisan Kaca | Tuesday, April 24, 2012 |
|
Filed under:
puisi
|
|
Hidup itu unik. Selalu saja ada hal yang tak terduga terjadi.
Hidup itu istimewa. Selalu menyisakan luka dan suka dalam liku kehidupan.
Ini adalah kisah, kisah suatu hati yang mencari bagian yang hilang
. . . . . . .
kilauan warna serpihan kaca yang tersebar sepanjang jalan
raih dan kumpulkan
rangkai perlahan sembari pijakkan kaki langkah demi langkah
berharap temukan lukisan indah dari rangkaian serpihan kaca
jalan itu seakan bertabur kilauan warna indah
warna hasil pantulan sinar pada serpihan kaca
indah dilihat mata
tak ada satu serpih pun ku lewatkan
rangkai setiap serpihan itu, bukanlah hal yang mudah
tak jarang jari terluka terkena tajamnya serpihan kaca itu
berdarah, dan sisakan darah di beberapa serpihan
jadikannya saksi pengorbanan dan perjuangan tulus
namun, sakit dan luka itu tak hentikan niat tuk terus rangkai
sedikit demi sedikit terlihat indahnya lukisan kaca
warna-warni berkilau terkena cahaya
meski harus terus menerus terluka
tapi itulah pengorbanan...
pengorbanan demi raih suatu hasil impian
terus tapaki jalan, ambil dan satukan serpihan yang ada
hingga dapat ku nikamti lukisan kaca indah suatu saat nanti
| I'm here for... | Saturday, March 31, 2012 |
|
Filed under:
puisi
|
|
I'm here for watching
watching the drama which I become the puppet
I'm here for learning
learning the lesson which I become the fault
I'm here for crying
crying for someone whom I become the cause of
I'm here for laughing
laughing for the old story which I cried before
I'm here for loving
loving for something which I didn't like it before
I realize that I'm not mine
I realize that you're not yours
and I won't take your heart go away
go to the place that I thought the best place for it
I just hope you can feel my feeling
as deep as my feeling about you
until that time comes
make me stand there for smiling
smiling for the right way which I choose
| Tenggelam dalam Kisah Perjalanan Hati Tak Bertepi | Tuesday, January 17, 2012 |
|
Filed under:
puisi
|
|
Tenggelam dalam kisah perjalanan hati tak bertepi
berawal dari niat ikhlas nan mulia
berjalan tanpa hambatan, terlihat oleh mata
tetapi, perhatikanlah..
Tetesan darah yang terus menetes sepanjang jalan
kering membekas, tak hilang didera hujan
Tenggelam dalam kisah perjalanan hati tak bertepi
berikan sesungging senyuman manis dari bibir mungil
berbalas tamparan oleh tangan hati dia yang kusayangi
dan lenyapnya seribu kata yang melekat di tiang jalan
berhenti tuk waktu yang cukup lama
tidak melangkah maju juga tidak melangkah mundur
Tenggelam dalam kisah perjalanan hati tak bertepi
makin lama, makin terungkap kebenaran nyata
tepiskan dusta yang terbungkus rapih
meski harus ku nanti dengan kesetiaan hati
demi kau yang sedikit demi sedikit tutupi
bekas darah di sepanjang jalan dengan apa yang tak ku miliki
Ku pasrahkan diriku hanyut, terombang-ambing
menunggu kepastian nyata dari tulisan abadi
| hanya sekedar puisi lama | Tuesday, January 17, 2012 |
|
Filed under:
puisi
|
|
Menahan pilu dibalik senyuman manis dari bibir
Membendung tetesan air dengan kekuatan hati
Memandang peristiwa di balik layar, menepis ingatan pedih
Berharap semua segera berakhir
Dan jadilah aku sebagai pemenang
Di mata manusia dan di mata ilahi
Bukan maksudku tuk akui ‘aku lemah’
Bukan maksudku tuk akui ‘aku tak punya daya’
Ketahuilah kau bahwa aku tidak sendiri
Kekuatan iman agama pegang aku dengan erat
Hingga ku tak terjerumus dan terperosok
Di balik diamku, menangislah hati
Di balik canda tawaku, mengalir deras air mata hati
Sadar atau tidak, aku berbohong
Meski ku katakan ‘aku terluka’
Akankah ada kata perduli?
| Saturday, December 17, 2011 | |
|
Filed under:
puisi
|
|
waktu ketika ku pandang langit yang menangis
sedikit demi sedikit torehkan tetesan air di tanah
menggenang
dalam genangan itu, terlukiskan bayangan pelangi
hamburan cahaya indah
hingga datang saat untuk hancurnya genangan itu
terlintas oleh apapun yang lewati ia
atau sampailah ia pada akhir waktunya
hilang karena teriknya matahari
hilang bersama hilangnya bayangan pelangi
tapi hujan
tak datang satu kali
akan terus mengguyur hingga datang waktunya tuk terhenti
pada akhir waktu
di akhir usia
usia segala bentuk usia
waktu ketika ku pandang langit yang menangis
buatku diam dan renungi
meski kadang tetesan air yang turun
menyatu dengan air mata yang mengalir
aku tetap bisa tersenyum
meski pelangi takkan bisa slalu kudapati
karena inilah cerita
cerita yang tertulis dengan abadi
cerita yang ku yakin ada akhirnya
yang ku jalani kini
mencoba
mencoba tuk memilih
pilih akhir indah tuk jalan cerita ini
| Labirin Kehidupan | Wednesday, December 07, 2011 |
|
Filed under:
puisi
|
|
andai tiba waktuku pada putaran roda terdahulu
kembali dalam yakin dan ragu akan berbagai hal
sangkutkan hati tanpa logika
yang sanggup buatku terjebak dalam labirin kehidupan
labirin yang kubuat sendiri
andai tiba waktuku pada putaran roda terdahulu
ingin ku lepaskan jeratan tali yang mengikat langkahku
sibakkan kain yang tutupi mataku
dan berjalan layaknya aku tanpa keyakinan itu
andai tiba waktuku pada putaran roda terdahulu
kan ku ubah canda tawa palsu jadi tangis nyata
yang kini hanya bisa buatku tertawa
tertawa karna kebodohan di waktu silam
dan aku berdiri disini
nyatanya aku berdiri disini
di pintu ujung labirin
lepas dari jebakan
siap tuk jalani putaran roda selanjutnya
masuk dalam labirin kehidupan yang baru
bukan labirin yang sengaja kubuat
tapi labirin sesungguhnya yang dicipatakan hanya untukku
| Tuesday, November 29, 2011 | |
|
Filed under:
puisi
|
|
saat benih cinta tak sadar tlah mengakar dalam hati
saat galaunya hati karna bayangan indah terus hantui
saat bangkitnya jiwa tuk raih bahagia itu
serta saat luluhnya hati pandangi aura sejuk hati yang brarti
kembali ku tanya pada hati
apa ini yang slama ini ku harap ada
atau hanya kisah sepi yang tak punya arti
berharap kan datang waktu tuk berikan
izinkan aku tuk terima
biarkan aku tuk dapatkan
dapatkan waktu tuk aku rasakan
apa yang slama ini ku harap ada
ku berdiri diam dalam jalan hidupku
yakinkan diri tuk langkahkan kaki dengan pasti
bahwa ini adalah jawaban dari apa yang ku pinta
namun, entah mengapa..
tidak seperti yang ku harap
tapi hati tak bisa dustai
dan aku kan turuti hati
biarkan diri terbawa arus
arus hati yang lambungkanku tinggi
takkan ku sesali apa yang terjadi
karna aku, dia, tak tahu
bagaimana jalan di depan sana..
| Monday, November 21, 2011 | |
|
Filed under:
puisi
|
|
saat lelah hantui tuk hadapi apa yang ada di depan mata
selalu ada yang berkata tuk siapkan diri hadapi masa impian dan aku sudah siap
saat bimbang hati tuk percaya akan suatu fakta yang tak ada bukti
selalu ada yang berkata tuk lapangkan dada hingga tiba saat kebenaran
saat berontak jiwa tuk terima kenyataan tutupi dusta
selalu ada yang berkata tuk hayati arti sesungguhnya kebenaran hati
saat belajarnya diri tuk bangun semangat dalam jalan hidup baru
selalu ada celah yang buat lelah itu kembali datang
saat belajarnya diri tuk buka hati dalam beribu dusta
selalu ada ruang yang buat bimbang itu kembali hadir
saat belajarnya diri tuk tenangkan jiwa dalam ketenangan batin
selalu ada alasan yang buat jeritan jiwa kembali terdengar
aku di sini bukan untuk menutup mata
aku di sini bukan untuk menutup telinga
aku di sini untuk tuntut bukti
bukti akan kebenaran yang selama ini ku nanti
dan hasil dari penantian itu adalah salah
salah untuk yakin akan ada satu fakta yang belum ku temukan bukti
fakta itu adalah kejujuran
| Saturday, October 29, 2011 | |
|
Filed under:
puisi
|
|
kini baru ku sadar
dimana seharusnya aku berjalan
ternyata memang ini bukan tempatku, tapi ini adalah tempat ku berjalan
beribu cara telah ku tempuh
tapi,
aku memang harus tetap berjalan
terus menatap lurus ke depan
kadang memang ada saatnya untuk aku berhenti
nikmati sejenak
biarkan diri tuk terhanyut dalam arus
arus yang dapat buatku terdampar
terdampar jauh dari jalanku
jujur aku tak mengerti
apa yang sebenarnya terjadi
entah bagaimana, semua berlalu dengan kesunyian yang tersembunyi
terkadang senang
terkadang terdiam
kemabali dalam jalan yang seharusnya aku berada
hanya saja, ku mulai merasa gelisah
apa benar ini jalanku?
| Friday, June 03, 2011 | |
|
Filed under:
puisi
|
|
kini sudah saatnya tuk jalani garis kehidupan
datang tanpa ku sadari berbekal sebongkah kasih
jujur hati belum bisa terbuka
berontak dari takdir yang ada di depan mata
hati ini masih menyimpan benci dan sedih
hingga buatku halangi setiap cinta yang datang
aku sadar, aku paham, tak adil
terkadang ingin ku pilih hatiku sendiri
ingin rasakan bagaimana rasanya merasa bahagia
namun, hati tak bisa dan takan pernah bisa
karena kini, takdir itu telah menanti
tunjukkan hati mana yang harus ku pilih
tepatnya, pilihan Sang Illahi
kini ku bisa rasakan
rasa yang tak pernah terbayangkan
mungkin ini yang disebut takdir
meski awalnya tak adil
pada kenyataannya bahagia tlah menanti
| Saturday, April 09, 2011 | |
|
Filed under:
puisi
|
|
mencari jejak kaki yang hilang disapu angin
meski kini berjalan dengan iringan burung
indah didengar telinga
entah mengapa, ingin kubungkam
rindu butiran pasir yang kini tak tahu dimana
lembaran putih yang kutulis sendiri
musnahkan lembaran suci tulisan takdir
atau mungkin yang kutulis adalah takdir
tetap berjalan sambil terus melihat ke belakang
berharap angin itu datang dan tata kembali jejak itu
jejak yang ingin ku pijakkan kaki di atasnya
hanya saja aku sadar dimana aku berada
terus dengarkan indah kicauan burung
sambil tersenyum sembunyikan hati
hingga tiba aku di ujung jalan sana
turut berkicau dengan indahnya nada dan irama
ataukah tak bisa berhenti tuk mencari
pasir yang beterbangan itu
dan berjalan dalam lembar suci tulisan takdir
